- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Anjloknya Bursa Saham Hong Kong Imbas Tarif Trump
POTRET BERITA — Imbas dari tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang diumumkan pekan lalu, bursa saham Hong Kong pun anjlok hingga 12 persen.
Bahkan, catatan tersebut menorehkan rekor terendah dalam 16 tahun terakhir atau semenjak 2009.
Melansir dari AFP, Senin (7/4), indeks The Hang Seng tercatat turun 12,4 persen atau 2.828,49 poin ke level 20.021,32 ketika dibuka pada awal pekan.
Sementara itu, di China, indeks Shanghai Composite turun sampai 7,7 persen ke 3.083,80.
Bursa saham tersebut jadi semakin parah sebab tarif yang diumumkan Trump dibalas China dengan cara yang sama.
Pada Jumat (4/4), pemerintah China resmi mengumumkan penerapan tarif 34 persen pada impor barang AS mulai 10 April.
Investor di Asia, yang mana termasuk Hong Kong lalu ramai menjual saham mereka di tengah kemelut bursa yang tak kunjung surut.
Diketahui, nilai saham raksasa teknologi Alibaba turun 17 persen, begitu juga dengan JD.com yang anjlok 15 persen. Sementara itu, para pengembang China turut mengalami kerugian lebih dari 10 persen.
Nasib yang sama turut dialami negara Asia lainnya, seperti indeks acuan Jepang Nikkei 225 yang turun sebesar 7,8 persen dan indeks acuan Korea, Kospi, yang turun lebih dari 4,6 persen.
Kemudian, indeks acuan Taiwan, Taiex, juga anjlok hingga lebih dari 9,7 persen beberapa waktu semenjak dibuka Senin (7/4) lalu.
Australia juga ikut mengalami nasib yang sama, ketika indeks acuan negara tersebut ditutup 4,23 persen lebih rendah di awal minggu.
Indeks itu juga tercatat sebagai salah satu hari perdagangan terburuk di Australia selama lebih dari setahun.
Sementara itu, sejauh ini, pemerintahan Trump belum memperlihatkan tanda-tanda mengurungkan tarif baru tersebut. Di sisi lain, negara lain mulai menetapkan langkah balasan pada tarif tersebut.
China sendiri menjadi salah satu negara yang menanggapi kebijakan Trump dengan tegas, yaitu dengan memberlakukan tarif tambahan sebesar 34 persen pada barang impor ke Amerika Serikat.
Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, Indonesia bersama dengan negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi kebijakan tarif timbal balik oleh Presiden AS Donald Trump, kompak menempuh jalur negosiasi.
Ia menjelaskan, negara-negara di ASEAN tidak akan mengambil tindakan balasan (retaliasi) terhadap AS, seperti China, Uni Eropa, dan Kanada.
“ASEAN akan mengutamakan negosiasi. Jadi ASEAN tidak mengambil langkah retaliasi,” jelas Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian RI, Jakarta, Senin (7/4).
